Ekstraksi Ramah Lingkungan untuk Meningkatkan Antioksidan dan Nilai Gizi pada Arthrospira platensis

Milia M. · Foods · 2025 · 5 sitasi

Bayangkan ganggang biru-hijau mungil yang memberi makan dunia—18.000 ton setiap tahunnya. Sekarang, para ilmuwan menemukan cara yang lebih ramah lingkungan untuk membuka kekuatan tersembunyinya.

Spirulina, cyanobakterium yang dikenal sebagai makanan super, sudah menjadi andalan global dalam suplemen makanan. Namun, mengekstraksi senyawa bioaktifnya yang paling berharga selalu menjadi tantangan. Sebuah studi baru menawarkan terobosan: metode ekstraksi yang lembut dan ramah lingkungan yang meningkatkan kekuatan antioksidan dan nilai gizi sekaligus.

Pendekatan ini menggabungkan langkah maserasi dingin dalam larutan garam fosfat (PBS) dengan ekstraksi berbantuan ultrasonik (UAE). Pulsa ultrasonik—ledakan singkat pada 400 W dan 30 kHz—membantu memecah dinding sel tanpa bahan kimia keras. Hasilnya? Peningkatan signifikan pada lipid, asam lemak, dan pigmen kunci seperti alofikosianin dan fikoeritrin, kerabat dari fikosianin.

Dibandingkan dengan Spirulina yang tidak diolah, metode ini memberikan keuntungan yang mengesankan: lipid total naik 20,29%, asam lemak naik 60,48%, dan karotenoid naik 30,84%. Polifenol melonjak 65,99%, dan aktivitas antioksidan meningkat 42,95%. Meski begitu, tidak semua senyawa terekstraksi sempurna—protein dan karbohidrat sedikit tertinggal, dan pemulihan fikosianin sedikit menurun.

Studi ini menunjukkan bahwa pendekatan PBS-plus-UAE ini dapat menghemat energi dan biaya sambil menghasilkan senyawa bernilai tinggi. Ini adalah langkah menjanjikan menuju produksi suplemen makanan yang lebih hijau dan efisien—tanpa mengorbankan kualitas.

Poin Kunci

Apakah ini membantu?

Komentar

Belum ada komentar — jadilah yang pertama.

Komentar ditinjau dulu sebelum ditampilkan.