Pengembangan sensor elektrokimia menggunakan nanotube karbon dan pelarut eutektik dalam hidrofobik alami untuk deteksi aktivitas α-glukosidase dalam ekstrak tanaman obat asli

Aschemacher N.A. · Talanta · 2024 · 25 sitasi

Bayangkan sebuah sensor yang sangat sensitif hingga mampu mendeteksi enzim terkait diabetes dalam tanaman obat—menggunakan pelarut hijau dari timi dan asam laktat. Ini adalah pertama kalinya kombinasi semacam itu digunakan untuk membangun sensor elektrokimia.

Untuk pertama kalinya, para ilmuwan menggabungkan nanotube karbon dengan pelarut eutektik dalam hidrofobik alami (H-NADES) untuk membuat sensor elektrokimia yang mengukur aktivitas α-glukosidase, enzim yang terkait dengan diabetes tipe 2. Sensor ini menggunakan produk reaksi enzim sebagai probe, yang mengandung dua gugus redoks yang menghasilkan sinyal. Dengan mendispersikan nanotube karbon berdinding banyak yang terkarboksilasi dalam H-NADES dari timol dan asam laktat, tim ini meningkatkan luas permukaan elektroaktif elektroda dan transfer elektron. Desain cerdas ini memungkinkan deteksi α-glukosidase dalam rentang 0,004–0,1 U mL⁻¹, dengan batas deteksi 0,0013 U mL⁻¹—lebih rendah daripada kebanyakan metode yang ada. Untuk menguji aplikasi dunia nyata, para peneliti menyaring dua inhibitor yang diketahui (acarbose dan quercetin) dan dua ekstrak tanaman (Schinus molle dan Eugenia uniflora). Nilai IC50 masing-masing adalah 5,37 μg mL⁻¹ dan 5,28 μg mL⁻¹, menunjukkan potensi sensor ini untuk menemukan obat antidiabetes. Pekerjaan ini menandai awal penggunaan NADES dalam desain sensor, membuka pintu untuk analisis elektrokimia yang lebih hijau dan lebih sensitif.

Poin Kunci

Apakah ini membantu?

Komentar

Belum ada komentar — jadilah yang pertama.

Komentar ditinjau dulu sebelum ditampilkan.