Pengembangan Metode Berbasis Pelarut Eutektik Dalam Alami untuk Ekstraksi Flavonoid dari Sampel Makanan
Bagaimana jika rahasia untuk mengekstrak senyawa berharga dari makanan kita bukan terletak pada bahan kimia keras, melainkan pada pelarut hijau khusus yang terinspirasi dari alam?
Pelarut eutektik dalam alami sedang mengguncang dunia ekstraksi produk alam sebagai alternatif yang ramah lingkungan. Dalam pendekatan baru yang revolusioner, para peneliti telah mengembangkan metode penyiapan sampel pertama yang menggunakan pelarut ini khusus untuk mengekstrak delapan flavonoid utama—termasuk rutin, kuersetin, dan naringenin—dari berbagai buah, sayuran, dan rempah-rempah sehari-hari.
Untuk menemukan formula terbaik, tim menguji 17 jenis pelarut khusus yang dibuat dari bahan-bahan seperti kolin klorida, betaina, dan karnitina, beserta variabel seperti kadar air dan rasio cair-padat. Dengan menggunakan metodologi permukaan respons untuk menyempurnakan parameter, mereka menemukan formula juara: larutan air 30% dari asetilkolin klorida dan asam laktat dengan rasio 2:1.
Beroperasi pada suhu 60 °C dengan rasio cair-padat 3:1, waktu ekstraksi 30 menit, dan kecepatan pengadukan 1400 rpm, metode ekstraksi padat-cair ini mencapai tingkat pemulihan flavonoid yang mengesankan sebesar lebih dari 70%. Ekstrak yang dihasilkan kemudian berhasil dianalisis menggunakan UHPLC dengan deteksi UV dan MS/MS pada berbagai makanan mulai dari cranberry dan bawang hingga rosemary dan l hitam.
Poin Kunci
- Metode NADES pertama untuk mengekstrak delapan flavonoid dari makanan
- Mengevaluasi 17 komposisi NADES khusus menggunakan optimasi multivariat
- Mencapai pemulihan flavonoid lebih dari 70% dalam kondisi optimal
Komentar
Belum ada komentar — jadilah yang pertama.