Pengembangan dan Optimasi Proses Ekstraksi Hijau Teh Gunung Yunani (Sideritis scardica)

Karadendrou M.A. · Processes · 2025 · 1 sitasi

Bagaimana jika rahasia ekstraksi yang lebih hijau dan lebih kuat terletak pada campuran senyawa alami yang sederhana? Kekayaan bioaktif teh gunung Yunani baru saja menemukan tandingannya dalam pelarut berbasis betaine.

Tanaman obat adalah harta karun senyawa bioaktif, dan teh gunung Yunani (Sideritis scardica) tidak terkecuali—kaya akan fitokimia yang terkait dengan berbagai manfaat kesehatan. Namun metode ekstraksi tradisional sering bergantung pada pelarut keras yang mencemari lingkungan. Masuki Natural Deep Eutectic Solvents (NADESs): pelarut berkelanjutan yang dirancang khusus, yang dapat merevolusi cara kita memanen molekul berharga ini.

Dalam studi ini, para ilmuwan membuat enam NADES yang dirancang khusus dan menguji kemampuan ekstraksinya terhadap total kandungan fenolik dan flavonoid teh. Yang paling menonjol? Campuran betaine dan 1,3-propanediol, yang dioptimalkan menggunakan desain Box–Behnken, dengan menyesuaikan parameter seperti rasio padatan-cair, waktu, dan kadar air.

Kondisi terbaik—20 mg/g padatan-cair, 240 menit, dan 40% air sebagai ko-pelarut—menghasilkan hasil yang mengesankan: 49,2 mg GAE/g fenolik dan 45,9 mg CAE/g flavonoid. Itu kira-kira dua kali lipat dari ekstrak hidroetanolik konvensional pada kondisi yang sama (masing-masing 26,6 dan 19,9 mg/g). Analisis lebih lanjut dengan HPLC-DAD mengungkapkan profil fitokimia yang berbeda, menyoroti bagaimana pilihan pelarut membentuk apa yang kita ekstrak. Pendekatan hijau ini tidak hanya ramah lingkungan—ini kimia yang lebih cerdas.

Poin Kunci

Apakah ini membantu?

Komentar

Belum ada komentar — jadilah yang pertama.

Komentar ditinjau dulu sebelum ditampilkan.