Pengembangan dan Optimasi Ekstraksi Hijau Naringin dari Citrus grandis 'Tomentosa' menggunakan Pelarut Eutektik Dalam Alami (NADES) dan Investigasi Mekanisme Terapi Kanker Paru-paru

Yang J. · Rsc Advances · 2025 · 1 sitasi

Bagaimana jika kunci terapi kanker paru-paru yang kuat bersembunyi di kulit jeruk, dan kita bisa mengekstraknya menggunakan pelarut sehijau buahnya sendiri?

Citrus grandis 'Tomentosa' (CGT), pilar pengobatan tradisional Tiongkok, telah lama digunakan untuk meredakan batuk dan bronkitis. Namun flavonoidnya yang paling melimpah, naringin, kini melangkah ke sorotan untuk peran yang jauh lebih serius: melawan kanker paru-paru. Tantangannya? Mengekstraknya tanpa merusak planet. Metode konvensional bergantung pada pelarut organik keras seperti metanol dan etanol, yang efektif tetapi jauh dari ramah lingkungan. Masuki Pelarut Eutektik Dalam Alami (NADES)—kelas baru pelarut ramah lingkungan yang berkelanjutan dan mengejutkan kuat. Dalam studi ini, para peneliti mengoptimalkan metode ekstraksi berbantuan ultrasonik menggunakan NADES kolin klorida-asam levulinat, mencapai hasil naringin 4,7%—jauh lebih tinggi daripada metanol (4,1%) atau etanol (4,0%). Prosesnya lembut: 40% air, rasio padatan-cair 1:65, suhu 60°C, waktu 40 menit, dan daya ultrasonik 300W. Namun ceritanya tidak berakhir pada ekstraksi. Ekstrak CGT disaring untuk aktivitas terapi kanker paru-paru, mengungkapkan koktail senyawa bioaktif—poncirin, isosinensetin, sinensetin, nobiletin, didymin, neohesperidin, dan naringenin—yang menargetkan protein kunci seperti CYP17A1, CYP19A1, dan AR, serta memodulasi jalur seperti resistensi inhibitor tirosin kinase EGFR. Ini bukan sekadar cara yang lebih hijau untuk mengekstrak molekul; ini adalah gambaran yang lebih jelas tentang bagaimana kimia alam dapat melawan penyakit yang tangguh.

Poin Kunci

Apakah ini membantu?

Komentar

Belum ada komentar — jadilah yang pertama.

Komentar ditinjau dulu sebelum ditampilkan.