Sifat Dermokosmetik Produk Hayati dari Makroalga Sargassum: Aspek Kimia, Tantangan, dan Peluang

Cunha dos Santos T. · Frontiers in Marine Science · 2024 · 5 sitasi

Beranjaklah, tanaman darat—ada bintang baru di lorong kosmetik, dan ia telah terdampar di pantai selama ribuan tahun. Alga coklat dari genus Sargassum ternyata menjadi gudang senyawa penyayang kulit yang bisa mendefinisikan ulang perawatan kulit alami.

Industri kosmetik sedang berkembang pesat, dan keinginannya akan bahan aktif baru mendorong gelombang minat menuju lautan. Di antara kandidat paling menjanjikan adalah Sargassum, alga coklat kosmopolitan dengan arsenal kimia yang beragam. Sebuah tinjauan baru, yang mencakup 17 spesies yang diteliti antara 2020 dan 2024, menyoroti fokus yang meningkat pada sifat antioksidan dan fotoprotektifnya—perisai alami melawan penuaan kulit dan kerusakan akibat sinar UV.

Namun, apa yang membuat Sargassum begitu istimewa? Ini adalah koktail molekul bioaktif: polisakarida seperti alginat dan fukoidan, senyawa fenolik seperti florotanin dan fenilpropanoid, serta terpenoid termasuk diterpenoid dan saponin. Untuk mengekstrak permata ini tanpa merusak lingkungan, para peneliti beralih ke teknik hijau seperti ekstraksi berbantuan ultrasonik, enzim, dan gelombang mikro. Metode ini tidak hanya ramah lingkungan tetapi juga efisien dalam menjaga kimia halus alga.

Di luar laboratorium, tinjauan ini membahas gambaran yang lebih besar. Ini membahas bioprospeksi—perburuan senyawa baru yang berharga—dan potensi biorefinery untuk mengubah rumput laut menjadi sumber bahan kosmetik yang berkelanjutan. Namun, tantangan tetap ada: kontrol kualitas bahan baku, variasi musiman dalam komposisi rumput laut, dan jaringan regulasi yang kompleks. Para penulis berpendapat bahwa mengatasi hambatan ini adalah kunci untuk membuka potensi penuh Sargassum di sektor kosmetik.

Poin Kunci

Apakah ini membantu?

Komentar

Belum ada komentar — jadilah yang pertama.

Komentar ditinjau dulu sebelum ditampilkan.