Pelarut Eutektik Dalam (DESs) sebagai Media Berkelanjutan Alternatif untuk Ekstraksi dan Karakterisasi Senyawa Bioaktif dari Limbah Industri Pembuatan Anggur
Bagaimana jika limbah dari segelas anggur favorit Anda bisa menjadi harta karun senyawa penyehat? Penelitian baru mengubah ampas anggur menjadi tambang emas dengan kimia hijau.
Setiap tahun, industri pembuatan anggur menghasilkan gunungan ampas anggur—kulit, biji, dan batang yang tersisa setelah pemerasan. Produk samping ini sering dibuang, menambah masalah limbah agroindustri yang semakin besar. Namun di dalamnya tersembunyi molekul bioaktif yang bermanfaat bagi kesehatan manusia, jika saja kita bisa mengekstraknya secara berkelanjutan.
Dalam penelitian ini, para ilmuwan beralih ke pelarut eutektik dalam alami (DESs)—alternatif hijau pengganti pelarut organik tradisional. Mereka menguji tujuh DESs pada ampas dari dua varietas anggur, Petit Verdot dan Cabernet Sauvignon. Menggunakan HPLC-DAD, mereka mengidentifikasi dan mengukur delapan dari lima belas senyawa fenolik, termasuk tiga glukosida quercetin, yang dikenal karena kekuatan antioksidannya.
Ekstrak yang paling menjanjikan berasal dari campuran kolin klorida/urea dengan 40% air, yang menunjukkan aktivitas antioksidan kuat dalam uji DPPH. Sementara itu, campuran betain/asam laktat dengan 40% air menunjukkan efek antibakteri yang signifikan. Hasil ini menunjukkan bahwa DESs dapat membuka nilai dari limbah anggur, membuka jalan untuk suplemen makanan dan pakan yang diperkaya polifenol di masa depan.
Poin Kunci
- DESs hijau mengekstrak senyawa bioaktif dari ampas anggur.
- Kolin klorida/urea menunjukkan aktivitas antioksidan terbaik.
- Campuran betain/asam laktat memberikan efek antibakteri.
Komentar
Belum ada komentar — jadilah yang pertama.