Analisis Komprehensif Komposisi Fitokimia dan Aktivitas Antitumor dari Ekstrak Ampas Zaitun yang Diperoleh melalui Pengepresan Mekanis

Ferreira D.M. · Food Bioscience · 2024 · 17 sitasi

Bagaimana jika ampas sisa produksi minyak zaitun bisa menjadi senjata melawan kanker? Studi baru menunjukkan produk sampingan sederhana ini kaya akan senyawa bioaktif yang dapat memperlambat pertumbuhan tumor.

Ampas zaitun—residu padat yang tersisa setelah zaitun diperas untuk minyak—biasanya dibuang atau digunakan sebagai pakan murah. Namun limbah pertanian ini adalah harta karun tersembunyi. Para ilmuwan kini telah mengekstraknya menggunakan metode pengepresan mekanis yang ramah lingkungan, tanpa bahan kimia keras, dan menemukan campuran kompleks molekul bermanfaat.

Ekstrak ini kaya akan gula (28%), mineral (11%), dan lipid (8%, sebagian besar asam oleat). Ekstrak juga mengandung senyawa fenolik—3 g setara asam galat per 100 g—serta hidroksitirosol (215 mg/100 g) dan flavonoid. Secara total, 68 senyawa fenolik berbeda diidentifikasi menggunakan spektrometri massa tingkat lanjut.

Ketika diuji pada sel kanker, ekstrak ini secara signifikan mengurangi proliferasi sel. Ekstrak menghambat angiogenesis pada sel kanker pankreas (AsPC-1), menginduksi sitotoksisitas dan meningkatkan penanda stres oksidatif pada sel kanker kolorektal (HT-29), serta memperlambat pertumbuhan pada garis sel kolorektal lain (Caco-2) dan sel kanker payudara (MCF-7).

Hasil ini menunjukkan bahwa ekstrak ampas zaitun dapat menjadi sumber suplemen makanan atau cetak biru untuk obat antitumor baru. Namun, mekanisme pastinya masih perlu diungkap—ini hanyalah awal dari cerita.

Poin Kunci

Apakah ini membantu?

Komentar

Belum ada komentar — jadilah yang pertama.

Komentar ditinjau dulu sebelum ditampilkan.