Modulasi metabolisme sekunder dan toleransi stres yang diinduksi kitosan pada Salvia rosmarinus di bawah stres kekeringan dan panas gabungan

Mansinhos I. · Journal of the Science of Food and Agriculture · 2026 · 1 sitasi

Saat kekeringan dan panas menyerang bersamaan, rosemary tidak hanya menderita—ia melawan. Dan senyawa sederhana turunan gula mungkin menjadi kunci untuk membuka ketahanan tersembunyinya.

Rosemary, herba yang dicintai, menghadapi ancaman ganda: kekeringan dan panas yang menyengat. Sebuah studi baru mengungkap bagaimana tanaman ini bertahan ketika kedua stres tersebut terjadi bersamaan—dan bagaimana booster alami dapat membuatnya lebih tangguh.

Para peneliti mengekspos rosemary pada kekeringan, panas, dan kombinasi keduanya. Setelah tiga minggu, mereka mengukur pigmen, gula pelindung, dan penanda stres. Stres gabungan menyebabkan kerusakan oksidatif yang lebih besar dan mengurangi pigmen fotosintetik. Namun, tanaman beradaptasi dengan meningkatkan osmoprotektan dan menyesuaikan rasio klorofil.

Masuklah kitosan, biostimulan yang berasal dari kulit kerang. Ketika disemprotkan pada daun, ia membantu rosemary mempertahankan lebih banyak pigmen, meningkatkan kadar gula, dan mengurangi kerusakan oksidatif. Lebih baik lagi, tanaman stres yang diberi kitosan menghasilkan lebih banyak asam rosmarinat dan monoterpena kunci seperti kamper dan 1,8-sineol—tanda peningkatan metabolisme sekunder.

Tes antioksidan mengonfirmasi bahwa tanaman yang diberi kitosan memiliki kemampuan pemulung radikal bebas dan daya reduksi yang unggul. Ini adalah bukti pertama bahwa kitosan foliar dapat meningkatkan ketahanan rosemary terhadap kekeringan dan panas gabungan, menawarkan cara berkelanjutan untuk melindungi tanaman di dunia yang semakin hangat.

Poin Kunci

Apakah ini membantu?

Komentar

Belum ada komentar — jadilah yang pertama.

Komentar ditinjau dulu sebelum ditampilkan.