Karakterisasi dan Sitotoksisitas In Vitro Fitokimia dari Aspilia africana yang Diperoleh dengan Teknik Ekstraksi Hijau

Niyonizigiye I. · South African Journal of Botany · 2020 · 18 sitasi

Bagaimana jika kunci untuk melawan kanker tersembunyi di semak Afrika yang sederhana, menunggu untuk dibuka hanya dengan air dan panas?

Para ilmuwan terus mencari senjata tersembunyi alam untuk melawan penyakit. Sebuah studi baru beralih ke Aspilia africana, tanaman yang lama digunakan dalam pengobatan tradisional, dan mengajukan pertanyaan modern: dapatkah kita mengekstrak kekuatannya secara lebih efektif dan lebih berkelanjutan daripada sebelumnya?

Para peneliti membandingkan beberapa metode ekstraksi hijau—air subkritis pada berbagai suhu dan pendekatan pemanasan-dan-pengadukan sederhana—dengan soxhlet etanol konvensional. Hasilnya mencolok. Ekstrak pemanasan-dan-pengadukan memiliki kadar asam galat, total fenolik, dan flavonoid tertinggi, dan aktivitas antioksidannya sembilan kali lebih kuat daripada etanol, berdasarkan nilai IC50.

Ketika diuji terhadap sel kanker, ekstrak menunjukkan kekuatan selektif. Sel kanker lambung (AGS) paling rentan, sel kanker paru (A549) kurang rentan, dan sel kanker serviks (HeLa) hampir tidak merespons. Ekstrak pemanasan-dan-pengadukan juga memicu kerusakan DNA dan kondensasi nukleus yang luar biasa—ciri khas apoptosis, atau kematian sel terprogram.

Studi ini menjunjung tinggi kimia hijau: metode sederhana, aman, dan efektif yang dapat membuka potensi obat dari tanaman tanpa merusak planet.

Poin Kunci

Apakah ini membantu?

Komentar

Belum ada komentar — jadilah yang pertama.

Komentar ditinjau dulu sebelum ditampilkan.