Karakteristik Ekstrak Kaya Xanthorrhizol dari Curcuma xanthorrhiza dalam Pelarut Eutektik Dalam Alami Berbasis Kolin Klorida: Aktivitas Perlindungan DNA dan Profil Toksisitas

Simamora A. · International Journal of Agriculture and Biology · 2024 · 1 sitasi

Bayangkan pelarut hijau yang tidak hanya mengekstrak senyawa berharga dari kunyit tetapi juga melindungi DNA Anda dari kerusakan. Itulah janji pelarut eutektik dalam alami berbasis kolin klorida.

Rimpang kunyit menyimpan harta karun: xanthorrhizol, senyawa bioaktif dengan berbagai manfaat kesehatan. Namun, mengekstraknya biasanya memerlukan pelarut organik yang keras. Sekarang, para ilmuwan beralih ke pelarut eutektik dalam alami (NADES) sebagai alternatif yang lebih hijau.

Dalam studi ini, peneliti menguji tiga NADES berbasis kolin klorida, dipasangkan dengan asam sitrat, malat, atau laktat. Pelarut-pelarut ini lebih polar daripada etanol, lebih padat, dan lebih kental. FTIR mengkonfirmasi ikatan hidrogen antara komponen-komponennya, menciptakan struktur pelarut yang stabil.

Kandidat paling menjanjikan adalah kolin klorida-asam malat (CC-MA), berkat viskositasnya yang paling rendah. Ia mengekstrak jumlah xanthorrhizol dan kurkuminoid yang serupa dengan metode konvensional, menurut analisis HPLC.

Baik pelarut maupun ekstraknya menunjukkan aktivitas antioksidan, menangkap radikal DPPH dan mereduksi ion besi. Mereka juga melindungi DNA plasmid pBR322 dari kerusakan oksidatif, meskipun kurang efektif dibandingkan ekstrak etanol. Dalam uji toksisitas, semuanya tidak berbahaya bagi Staphylococcus aureus, tetapi menunjukkan sedikit aktivitas terhadap Escherichia coli—meskipun ekstraknya sendiri kurang toksik terhadap E. coli.

Ini menjadikan CC-MA sebagai pelarut hijau baru dengan toksisitas rendah dan potensi sebagai agen pelindung DNA.

Poin Kunci

Apakah ini membantu?

Komentar

Belum ada komentar — jadilah yang pertama.

Komentar ditinjau dulu sebelum ditampilkan.