Optimasi Desain Box–Behnken untuk Ekstraksi Hijau dari Bagian Aerial dan Tunas Ketiak Tanaman Tomat guna Peningkatan Perolehan Rutin dan Senyawa Bioaktif Komplementer
Limbah tomat bukan sekadar sampah—ia adalah harta karun antioksidan yang tersembunyi, dengan satu metode ekstraksi mampu menghasilkan lebih dari 8,6 gram rutin per kilogram dari tunas ketiak.
Saat memikirkan tomat, mungkin yang terbayang adalah salad, saus, atau irisan di burger. Namun bagian aerial dan tunas ketiak tanaman—yang sering dibuang setelah panen—jauh dari kata sia-sia. Para ilmuwan kini menunjukkan bahwa residu pertanian yang kurang dimanfaatkan ini kaya akan potensi fitokimia, terutama rutin, antioksidan yang kuat.
Dalam studi terbaru, peneliti membandingkan dua teknik ekstraksi hijau: ekstraksi berbantuan gelombang mikro (MAE) dan ekstraksi berbantuan ultrasonikasi (UAE). Menggunakan desain Box–Behnken dan metodologi permukaan respons, mereka mengoptimalkan suhu, konsentrasi pelarut, dan rasio tanaman-pelarut untuk memaksimalkan perolehan senyawa bioaktif. Hasilnya mencolok: MAE dari tunas ketiak menghasilkan kandungan rutin tertinggi—8614,23 mg/kg—dan secara umum mengungguli UAE dalam mengekstraksi metabolit primer dan sekunder.
Namun UAE tidak ketinggalan; ia unggul dalam mengekstraksi mikronutrien tertentu dan asam amino spesifik. Pendekatan ekstraksi kaskade yang cerdas semakin meningkatkan perolehan senyawa berharga seperti vitamin E dan asam kuinat. Studi ini juga mengungkap perbedaan fitokimia yang signifikan antara bagian aerial dan tunas ketiak, mengisi celah dalam literatur.
Penelitian ini menegaskan bahwa limbah tomat adalah sumber antioksidan yang berharga dan berkelanjutan, membuka jalan untuk eksplorasi lebih lanjut tentang aktivitas biologisnya. Siapa sangka sisa salad kemarin menyimpan potensi sebesar itu?
Poin Kunci
- MAE yang dioptimalkan dengan Box–Behnken menghasilkan rutin tertinggi: 8614,23 mg/kg
- Ekstraksi hijau dari limbah tomat meningkatkan perolehan senyawa bioaktif
- Ekstraksi kaskade meningkatkan vitamin E dan asam kuinat
Komentar
Belum ada komentar — jadilah yang pertama.