Pendekatan Biorefineri dengan Pelarut Hijau untuk Valorisasi Daun Citrus reticulata guna Memperoleh Ekstrak Antioksidan dan Antikolinergik

Domínguez-Rodríguez G. · Food Chemistry · 2024 · 29 sitasi

Bagaimana jika daun yang Anda sapu bisa menjadi kunci melawan stres oksidatif dan Alzheimer? Biorefineri baru mengubah daun jeruk keprok menjadi ekstrak bioaktif yang kuat hanya dengan pelarut hijau.

Daun jeruk keprok adalah pahlawan tanpa tanda jasa dari industri jeruk—limbah pasca-panen yang melimpah dengan senyawa bioaktif, namun rutin dibuang. Sekarang, para ilmuwan telah merancang biorefineri dua langkah untuk membuka nilai tersembunyinya, hanya menggunakan pelarut ramah lingkungan.

Pertama, CO2 superkritis (SC-CO2) digunakan untuk mengekstrak terpenoid. Titik optimalnya? 200 bar pada suhu 60°C, menghasilkan kandungan terpenoid bioaktif tertinggi. Namun ceritanya tidak berakhir di situ. Residu yang tersisa kemudian diolah dengan ekstraksi berbantuan ultrasonik (UAE) yang dikombinasikan dengan Pelarut Eutektik Dalam Alami (NaDES)—sistem pelarut hijau yang dirancang khusus.

Desain eksperimental Box-Behnken mengungkapkan resep NaDES optimal: kolin klorida dan gliserol (1:2) dengan 57% air, pada suhu 25°C selama 50 menit. Kombinasi ini memaksimalkan kandungan fenolik dari residu SC-CO2. Ekstrak akhir mengungguli ekstrak berbasis air saja dan NaDES saja, menunjukkan bioaktivitas dan kadar polifenol tertinggi, sebagaimana dikonfirmasi oleh LC-DAD-MS.

Pendekatan ini menunjukkan bahwa limbah pertanian dapat menjadi harta karun agen antioksidan dan antikolinergik—menawarkan jalur berkelanjutan menuju bahan fungsional untuk aplikasi kesehatan.

Poin Kunci

Apakah ini membantu?

Komentar

Belum ada komentar — jadilah yang pertama.

Komentar ditinjau dulu sebelum ditampilkan.