Penilaian Aktivitas Sitotoksik Terinduksi Foto dari Ekstrak Kaya-Kumarin Cachrys sicula dan Cachrys libanotis terhadap Sel Melanoma Manusia

Marrelli M. · Plants · 2021 · 18 sitasi

Mungkinkah tanaman Mediterania yang sederhana menyimpan kunci serangan cerdas yang diaktifkan cahaya terhadap melanoma? Penelitian baru menunjukkan ya—dengan mengubah sinar matahari menjadi senjata melawan sel kanker kulit.

Fotokemoterapi—menggunakan cahaya untuk mengaktifkan obat—muncul sebagai strategi kuat melawan melanoma, bentuk kanker kulit paling mematikan. Kini, para ilmuwan beralih ke dua tanaman liar dari Italia Selatan, Cachrys sicula dan Cachrys libanotis, untuk menemukan senyawa fotoaktif baru. Ekstrak kaya-kumarin mereka, diperoleh melalui maserasi tradisional dan ekstraksi padat-cair siklik bertekanan (PCSL) menggunakan Naviglio extractor®, diuji pada sel melanoma C32 di bawah iradiasi UVA (1,08 J/cm²).

Analisis kimia mengidentifikasi tiga furanokumarin: xanthotoxin, bergapten, dan isopimpinellin. Semua ekstrak menunjukkan fotositotoksisitas yang bergantung pada konsentrasi, dengan nilai IC50 antara 3,16 dan 18,18 µg/mL. Ekstrak C. libanotis dari PCSL adalah yang paling poten (IC50 = 3,16 ± 0,21 µg/mL), diikuti oleh ekstrak C. sicula dengan teknik yang sama (IC50 = 8,83 ± 0,20 µg/mL).

Selain membunuh sel, ekstrak PCSL ini memicu apoptosis—kematian sel terprogram—dengan meningkatkan regulasi BAX dan pembelahan PARP, serta meningkatkan kadar protein p21 di bawah UVA. Hasil ini menunjukkan bahwa tanaman ini adalah kandidat menjanjikan untuk obat fotokemoterapi masa depan, mengubah hari cerah menjadi potensi pengobatan kanker.

Poin Kunci

Apakah ini membantu?

Komentar

Belum ada komentar — jadilah yang pertama.

Komentar ditinjau dulu sebelum ditampilkan.