Penerapan desain Box-Behnken untuk optimasi ekstraksi fenolik dari Leontodon hispidulus terkait aktivitas antioksidan, anti-inflamasi, dan sitotoksiknya
Tanaman liar yang belum pernah diteliti siapa pun ternyata menyimpan senyawa penyembuh yang melimpah—dan para ilmuwan menggunakan trik statistik cerdas untuk mengungkapnya.
Kenali Leontodon hispidulus, anggota liar keluarga bunga aster yang selama ini luput dari perhatian ilmu pengetahuan—sampai sekarang. Untuk pertama kalinya, para peneliti mengoptimalkan metode ekstraksi hijau untuk menarik senyawa fenolik dari bagian aerialnya, menggunakan desain Box-Behnken 3-level untuk menyempurnakan tiga faktor: rasio etanol/air, rasio bahan/pelarut, dan waktu ekstraksi. Hasilnya mengejutkan: ekstrak optimal mengandung total fenolik 104,18 µg/mg, diperoleh dengan 201 ml etanol 74,5% selama 72 jam. Namun kegembiraan sebenarnya datang dari uji bioaktivitas. Ekstrak ini menetralkan radikal bebas dengan inhibisi 80% dan menunjukkan kapasitas antioksidan 41,89 mg Trolox-equivalent per gram. Pada tikus, dosis 100 mg/kg mengurangi edema kaki akibat karagenan sebesar 83,5%—melampaui obat standar indometasin yang mencapai 81,7%. Terhadap sel kanker, lini karsinoma prostat lebih sensitif (IC50 = 16,5 µg/ml) dibandingkan serviks (23 µg/ml). Analisis HPLC mengidentifikasi kuersetin, rutin, kaempferol, asam klorogenat, dan asam ρ-kumarat sebagai komponen utama. Ekstraksi hijau ini tidak hanya memperkaya ekstrak dengan fenolik tetapi juga membuka pintu menuju sumber alami yang menjanjikan untuk terapi antioksidan, anti-inflamasi, dan antikanker.
Poin Kunci
- Studi fitokimia pertama Leontodon hispidulus.
- Ekstraksi hijau optimal menghasilkan 104,18 µg/mg fenolik.
- Ekstrak mengungguli indometasin dalam uji anti-inflamasi.
Komentar
Belum ada komentar — jadilah yang pertama.