Fitokompleks Antioksidan yang Diekstrak dari Buah Delima (Punica granatum L.) Menggunakan Kavitasi Hidrodinamik Menunjukkan Aktivitas Antikanker Potensial Secara In Vitro

Minutolo A. · Antioxidants · 2023 · 26 sitasi

Bagaimana jika buah delima bisa melawan kanker tanpa merusak sel sehat? Sebuah studi baru menunjukkan bahwa teknik ekstraksi berbasis air yang sederhana dapat membuka potensi ini hanya dalam 15 menit.

Delima telah lama dikenal akan manfaat kesehatannya, tetapi rahasia antikankernya terkunci di dalam fitokimia kompleks. Sekarang, para ilmuwan telah menemukan cara cepat dan skalabel untuk melepaskannya: kavitasi hidrodinamik. Teknik ini memanfaatkan kekuatan gelembung yang pecah di dalam air untuk memecah sel tumbuhan, melepaskan antioksidan berharga tanpa pelarut keras.

Dalam studi pertama dari jenisnya, seluruh buah delima diekstrak dalam air menggunakan kavitasi hidrodinamik. Fraksi yang dihasilkan, diberi label M1 hingga M5, diproses dalam tiga cara: beku-kering, disaring, atau dibiarkan mentah. Di antara fraksi tersebut, M3 dan M4 dari seri beku-kering dan mentah menunjukkan aktivitas antiradikal dan kandungan fitokimia tertinggi.

Sampel paling menjanjikan, L-M3, diproduksi hanya dalam 15 menit pada suhu kamar (30°C) dengan konsumsi energi lebih rendah daripada M4. Ketika diuji pada sel kanker payudara manusia (AU565-PAR), L-M3 secara signifikan mengurangi proliferasi sel tumor dan spesies oksigen reaktif intraseluler. Luar biasa, ia tidak berpengaruh pada sel mononuklear darah perifer (PBMC) sehat dari donor.

Studi percontohan ini menunjukkan bahwa kavitasi hidrodinamik dapat menghasilkan fitokompleks antioksidan dari delima yang tidak hanya efisien tetapi juga selektif toksik terhadap sel kanker. Meskipun penelitian lebih lanjut diperlukan, metode ekstraksi ramah lingkungan ini dapat membuka jalan bagi terapi antikanker alami yang terjangkau.

Poin Kunci

Apakah ini membantu?

Komentar

Belum ada komentar — jadilah yang pertama.

Komentar ditinjau dulu sebelum ditampilkan.