Evaluasi Kapasitas Antioksidan, Vitamin C, dan Profil Polifenol dari Ekstrak Produk Samping Capsicum chinense yang Diperoleh dengan Ultrasonik Menggunakan Pelarut Eutektik
Bagaimana jika daun dan batang cabai habanero, yang selama ini dibuang sebagai limbah, menyimpan segudang senyawa penyehat? Sebuah studi baru menunjukkan bahwa metode ekstraksi ramah lingkungan dapat membuka potensi antioksidannya.
Produk samping cabai habanero—batang dan daun—biasanya dibuang begitu saja. Namun di balik reputasinya yang pedas, tersembunyi tambang kimia: polifenol, vitamin C, dan karotenoid, semua siap untuk formulasi nutraceutical atau pangan fungsional. Tantangannya? Mengekstraknya tanpa merusak lingkungan. Hadirlah pelarut eutektik alami (NADES), pahlawan ramah lingkungan dalam cerita ini. Dalam studi terbaru, peneliti menggunakan ekstraksi berbantuan ultrasonik (UAE) dengan NADES untuk menarik senyawa bioaktif dari dua varietas habanero, Mayapan dan Jaguar. Hasilnya mencolok. Dibandingkan dengan ekstraksi metanol tradisional, NADES secara signifikan meningkatkan total kandungan polifenol, fenolik individu seperti asam galat dan klorogenat, serta vitamin C. Kapasitas antioksidan melonjak hingga 9,55 ± 0,02 mg ekuivalen Trolox per gram bahan kering. Analisis komponen utama mengonfirmasi bahwa polifenol spesifik berpasangan secara alami dengan NADES, menunjukkan selektivitasnya. Ini bukan sekadar keingintahuan laboratorium—ini adalah jalan berkelanjutan untuk mengubah limbah pertanian menjadi bahan kesehatan yang berharga. NADES menawarkan alternatif hijau yang menjanjikan yang dapat mengubah cara kita memandang sisa panen cabai.
Poin Kunci
- NADES meningkatkan ekstraksi polifenol dan vitamin C dari produk samping habanero.
- Ekstraksi ultrasonik dengan NADES mengungguli metanol.
- Kapasitas antioksidan mencapai 9,55 mg Trolox/g bahan kering.
Komentar
Belum ada komentar — jadilah yang pertama.