Aktivitas Antioksidan dan Sitotoksik Akar Kudzu dan Molase Kedelai terhadap Tumor Pediatrik serta Analisis Fitokimia Isoflavon menggunakan HPLC-DAD-ESI-HRMS

Aboushanab S.A. · Plants · 2022 · 16 sitasi

Mungkinkah akar yang sederhana dan produk sampingan lengket dari kecap menyimpan kunci untuk melawan kanker anak? Penelitian baru mengatakan mungkin.

Tumor padat pediatrik adalah lawan yang kejam, merenggut terlalu banyak nyawa anak-anak meskipun telah diobati dengan kemoterapi dan radiasi agresif. Namun alam mungkin menawarkan senjata yang lebih lembut. Para ilmuwan beralih ke dua sumber botani yang kaya isoflavon—akar kudzu dan molase kedelai—dan mengekstrak senyawa ini menggunakan pelarut eutektik dalam alami yang ramah lingkungan, pendekatan kimia hijau yang menghindari bahan kimia keras.

Menggunakan kromatografi cair kinerja tinggi yang digabungkan dengan spektrometri massa resolusi tinggi, tim mengidentifikasi 10 isoflavon dalam ekstrak akar kudzu dan 3 dalam molase kedelai. Kedua ekstrak kemudian diuji terhadap tiga garis sel tumor pediatrik: glioblastoma multiforme, osteosarkoma, dan rhabdomyosarkoma. Hasilnya menjanjikan: kedua ekstrak menunjukkan efek sitotoksik yang bergantung pada dosis, terutama terhadap sel rhabdomyosarkoma.

Secara khusus, akar kudzu menunjukkan aktivitas antioksidan yang secara signifikan lebih tinggi daripada molase kedelai, yang berkorelasi dengan efek sitotoksik yang lebih kuat terhadap glioblastoma dan osteosarkoma. Kandungan flavonoid total dan daya antioksidan dikaitkan dengan isoflavon yang ada.

Studi ini menyoroti bahwa HPLC-ESI-HRMS adalah alat yang andal untuk mengidentifikasi isoflavon dengan potensi antikanker. Lebih penting lagi, ini menunjukkan bahwa akar kudzu dan molase kedelai dapat menjadi bahan alami yang berkelanjutan untuk terapi kanker dan produk kesehatan di masa depan.

Poin Kunci

Apakah ini membantu?

Komentar

Belum ada komentar — jadilah yang pertama.

Komentar ditinjau dulu sebelum ditampilkan.