Aktivitas Antibakteri dan Antioksidan Chlorella vulgaris dan Scenedesmus incrassatulus Menggunakan Pelarut Eutektik Dalam Alami Berbantuan Gelombang Mikro dan Ultrasonik

Fassi Fihri R. · Heliyon · 2024 · 27 sitasi

Bagaimana jika lendir hijau di kolam Anda bisa melawan bakteri dan oksidasi lebih baik daripada pelarut kimia keras? Sebuah studi baru baru saja membuktikannya—dengan resep yang ramah lingkungan secara mengejutkan.

Mikroalga adalah pabrik kecil obat alami, tetapi cara biasa untuk membuka harta karunnya bergantung pada pelarut organik volatil—bahan kimia yang efektif namun merusak lingkungan. Peneliti di Maroko mengajukan pertanyaan berani: bisakah pelarut eutektik dalam alami (DES)—campuran hijau dan terbarukan—melakukannya dengan lebih baik? Mereka menguji empat sistem DES yang terbuat dari kolin klorida yang dipasangkan dengan gliserol, asam sitrat, urea, atau glukosa, dan membandingkannya dengan etanol, metanol, dan air.

Hasilnya mencolok. DES berbasis asam sitrat, disebut SIDES2, mengekstraksi 4,98 mg/g total fenolik—jauh di atas 3,27 mg/g yang dicapai etanol. Tetapi ekstraksi hanyalah awal. Ekstrak DES yang sama juga menunjukkan aktivitas antioksidan unggul dalam uji DPPH, CAT, dan FRAP, serta efek antibakteri yang lebih kuat terhadap empat strain bakteri, termasuk spesies Gram-negatif dan Gram-positif seperti E. coli dan S. aureus.

Ini bukan sekadar keingintahuan laboratorium. Dengan mengganti pelarut beracun dengan DES terbarukan, kita dapat membuat produksi senyawa bioaktif dari mikroalga lebih bersih dan berpotensi lebih efektif. Studi ini menawarkan jalan konkret menuju 'kimia hijau' yang berkelanjutan—di mana pengekstrak terbaik bukanlah bahan kimia paling keras, melainkan campuran paling cerdas dan paling alami.

Poin Kunci

Apakah ini membantu?

Komentar

Belum ada komentar — jadilah yang pertama.

Komentar ditinjau dulu sebelum ditampilkan.