Aktivitas Antibakteri dan Molecular Docking Senyawa dari Ekstrak Daun Avicennia marina: Diperoleh dengan Pelarut Eutektik Dalam Alami

Kartikaningsih H. · Indonesian Journal of Chemistry · 2024 · 2 sitasi

Bisakah campuran sederhana asam sitrat dan glukosa membuka gudang antibiotik alami? Studi baru pada daun mangrove menjawab ya—dan rasio kuncinya mungkin mengejutkan Anda.

Mangrove adalah penyintas tangguh, tetapi pertahanan kimianya lebih tangguh lagi. Para ilmuwan mengekstrak senyawa dari daun muda dan tua Avicennia marina menggunakan pelarut eutektik dalam alami—campuran hijau dan biodegradable dari asam sitrat dan glukosa. Dengan mengubah rasio molar dari 1:1 hingga 4:1, mereka menemukan titik optimal pada 4:1, yang menghasilkan daya antibakteri terkuat melawan Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Daun tua menunjukkan zona hambat 27,47 mm dan 37,73 mm, sementara daun muda menyusul dengan 28,69 mm dan 30,99 mm. Menggunakan uji cakram kertas secara in vitro dan molecular docking secara in silico, tim menargetkan peptide deformylase (ID 6JFQ), enzim bakteri kunci. Di antara enam fitokimia yang diidentifikasi melalui LC-MS, diosmetin 7-O-β-D-glukuronida menonjol dengan afinitas pengikatan −9,4 kkal/mol—sebuah kandidat menjanjikan untuk pengembangan obat. Para penulis menekankan bahwa pemurnian masih diperlukan untuk mengisolasi senyawa murni dari ekstrak kasar, tetapi jalan ke depan sudah jelas: kimia alam, dipandu oleh pelarut hijau, mungkin segera bergabung dalam perang melawan bakteri resisten.

Poin Kunci

Apakah ini membantu?

Komentar

Belum ada komentar — jadilah yang pertama.

Komentar ditinjau dulu sebelum ditampilkan.