Pemulihan Antosianin dari Produk Sampingan Anggur dengan Menggabungkan Pemanasan Ohmic dengan Pelarut Food-Grade: Komposisi Fenolik, Sifat Antioksidan, dan Antimikroba

Coelho M. · Molecules · 2021 · 46 sitasi

Limbah anggur dari pembuatan wine adalah masalah lingkungan yang besar—tetapi mungkin juga merupakan harta karun tersembunyi dari senyawa penyehat. Kini, sebuah studi baru menunjukkan cara mengeluarkannya hanya dengan air dan listrik.

Setiap tahun, jutaan ton kulit, biji, dan tangkai anggur dibuang setelah pembuatan wine, menciptakan masalah lingkungan. Namun, produk sampingan ini kaya akan senyawa bioaktif, termasuk antosianin—pigmen yang memberi anggur warna merah dan ungu tua. Mengekstraksinya, bagaimanapun, biasanya membutuhkan pelarut beracun seperti metanol, yang tidak berkelanjutan. Para peneliti berusaha mencari jalan yang lebih hijau.

Mereka membandingkan teknik pemanasan ohmic—yang mengalirkan arus listrik melalui material—dengan ekstraksi konvensional, menggunakan pelarut food-grade seperti air dan asam sitrat. Hasilnya mengejutkan: pemanasan ohmic memulihkan senyawa fenolik sebanyak metode standar (3,28 vs 2,84 mg/g DW setara asam galat) dan menunjukkan kapasitas antioksidan yang serupa (2,34 vs 2,02 g/100 g setara asam askorbat).

Ekstraknya kaya akan beberapa antosianin, termasuk malvidin-3-O-acetylglucoside dan delphinidin-3-O-glucoside. Ekstrak juga menghambat pertumbuhan bakteri berbahaya seperti Yersinia enterocolitica, Pseudomonas aeruginosa, dan bahkan Staphylococcus aureus yang resisten metisilin (MRSA).

Pemanasan ohmic menawarkan tiga keuntungan: mengurangi waktu perlakuan, mengurangi konsumsi energi, dan menghilangkan kebutuhan pelarut organik. Ini berarti cara yang lebih aman dan berkelanjutan untuk mengubah limbah anggur menjadi bahan berharga untuk makanan, kosmetik, dan obat-obatan.

Poin Kunci

Apakah ini membantu?

Komentar

Belum ada komentar — jadilah yang pertama.

Komentar ditinjau dulu sebelum ditampilkan.