Pendekatan Ekstraksi Berkelanjutan untuk Fitokimia dari Kultivar Buah Kurma (Phoenix dactylifera L.) Menggunakan Pelarut Eutektik Dalam dengan Bantuan Ultrasonik: Studi Komprehensif tentang Bioaktivitas dan Variabilitas Fenolik

Djaoudene O. · Antioxidants · 2024 · 28 sitasi

Bagaimana jika rahasia kimia yang lebih ramah lingkungan tersembunyi di dalam buah kurma? Para ilmuwan menemukan cara mengganti pelarut kimia keras dengan campuran alami berbasis gula—dan hasilnya ternyata manis.

Kurma lebih dari sekadar camilan manis—mereka adalah harta karun senyawa bioaktif. Dalam studi baru, peneliti beralih ke delapan kultivar kurma Aljazair, menggunakan pelarut eutektik dalam alami (NADES) yang terbuat dari asam laktat dan sukrosa untuk mengekstrak fitokimia. Pendekatan ramah lingkungan ini, dengan bantuan ultrasonik, menawarkan alternatif berkelanjutan untuk pelarut kimia konvensional. Ekstrak tersebut kemudian diuji untuk kandungan fenolik, aktivitas antioksidan, dan inhibisi enzim.

Hasilnya menunjukkan keragaman luar biasa antar kultivar. Kultivar Ourous menonjol dengan tingkat total fenolik tertinggi (1288,7 mg GAE/100 g), flavonoid (53,8 mg QE/100 g), proantosianidin (179,5 mg CE/g), dan triterpenoid (12,88 mg OAE/100 g). Kultivar ini juga memimpin dalam aktivitas antioksidan, menunjukkan kemampuan menangkal radikal DPPH dan ABTS yang kuat, serta daya reduksi besi yang mengesankan. Semua ekstrak menunjukkan aktivitas antioksidan moderat dalam pengujian lain, dan menghambat enzim seperti α-amilase dan asetilkolinesterase—Ourous kembali unggul dengan inhibisi masing-masing 45% dan 37%.

Menggunakan HPLC-DAD-MS, tim mengidentifikasi lima senyawa fenolik, dengan asam galat dominan pada kultivar Tazizaout yang menunjukkan variabilitas fenolik tertinggi. Studi ini menegaskan bahwa menggabungkan ultrasonik dengan NADES tidak hanya efektif tetapi juga ramah lingkungan, menjadikannya alat yang menjanjikan untuk industri makanan dan farmasi.

Poin Kunci

Apakah ini membantu?

Komentar

Belum ada komentar — jadilah yang pertama.

Komentar ditinjau dulu sebelum ditampilkan.