Strategi Baru untuk Memproduksi Nanopartikel dari Biji Kurma dan Meningkatkan Kandungan Fenolik serta Aktivitas Antioksidannya menggunakan Ekstraksi Berbantuan Ultrasonik: Studi Optimasi Berbasis Multivariat
Biji kurma bukan lagi limbah—para ilmuwan telah mengubahnya menjadi nanopartikel kecil yang kaya antioksidan, menggunakan rendaman asam sederhana dan gelombang ultrasonik. Studi ini menunjukkan cara membuka potensi tersembunyi mereka untuk pangan fungsional.
Biji kurma, lubang buah kurma yang dibuang, sebenarnya adalah harta karun senyawa bioaktif. Dalam studi ini, para peneliti mengubahnya menjadi nanopartikel biji kurma (DSNPs) menggunakan metode hidrolisis asam yang keras—HCl 38% selama empat hari—menghasilkan partikel berukuran 50 hingga 150 nanometer. Partikel kecil ini kemudian dikarakterisasi menggunakan alat canggih seperti Zetasizer, SEM, dan FTIR untuk memastikan ukuran, bentuk, dan gugus kimianya.
Poin Kunci
- Nanopartikel biji kurma disintesis melalui hidrolisis asam (HCl 38%, 4 hari).
- Ekstraksi berbantuan ultrasonik dioptimalkan dengan RSM untuk peningkatan fenolik dan antioksidan.
- Pelarut air dan metanol memberikan kondisi optimal berbeda untuk bioaktif.
Komentar
Belum ada komentar — jadilah yang pertama.