Studi Nutraceutical Hijau tentang Ekstraksi Antioksidan pada Cleome brachycarpa - Tanaman Etnomedisinal
Tanaman gurun yang digunakan dalam pengobatan tradisional baru saja mengungkap kekuatan antioksidan tersembunyinya—dan metode ekstraksi hijau mengalahkan cara lama hingga dua kali lipat.
Untuk pertama kalinya, para ilmuwan meneliti Cleome brachycarpa—tanaman obat asli—di bawah sorotan ekstraksi. Mereka membandingkan metode tradisional Soxhlet dengan metode modern berbantuan gelombang mikro dan ultrasonik, menggunakan tujuh pelarut. Pemenangnya? Ekstraksi berbantuan gelombang mikro dengan metanol, menghasilkan fitokimia dua kali lipat lebih tinggi dari metode lainnya, dengan efisiensi 370,57 ± 0,49 μg/mg.
Ekstrak hijau ini kaya akan polifenol: fenolik sebesar 74,17 ± 0,61 μg GAE/mg DW, flavonoid sebesar 65,46 ± 0,40 μg QE/mg DW, dan tanin sebesar 55,97 ± 0,85 μg CE/mg DW. Kekuatan antioksidannya menunjukkan aktivitas penangkal radikal DPPH sebesar 81,37 ± 0,28%, dengan IC50 0,30 mg/mL—menyamai kekuatan Trolox, antioksidan standar. Potensi reduksi ferik juga melonjak hingga 15,30 ± 0,30 μg GAE/mg DW.
Korelasi antara kapasitas antioksidan dan kandungan polifenol sangat signifikan (p < 0,05), menegaskan bahwa senyawa-senyawa ini adalah pemain kuncinya. Studi nutraceutical hijau ini memvalidasi nilai etnomedisinal Cleome brachycarpa, menunjukkan tanaman ini sebagai kandidat yang menjanjikan untuk isolasi polifenol obat.
Poin Kunci
- Ekstraksi berbantuan gelombang mikro dengan metanol menggandakan hasil fitokimia.
- Ekstrak hijau menunjukkan aktivitas penangkal DPPH setara Trolox.
- Kandungan polifenol berkorelasi kuat dengan aktivitas antioksidan.
Komentar
Belum ada komentar — jadilah yang pertama.