Kerangka kerja pengambilan keputusan kelompok berbasis ZE-number menggunakan BWM dan MABAC untuk penilaian risiko pada ekstraksi tanaman obat

Gheytasi F. · Plos One · 2026 · 0 sitasi

Bagaimana jika ancaman terbesar bagi obat herbal Anda bukanlah tanamannya, melainkan prosesnya? Sebuah kerangka kerja baru mengidentifikasi risiko tersembunyi dalam ekstraksi tanaman obat—sebelum risiko tersebut mengganggu kualitas.

Mengekstraksi senyawa bioaktif dari tanaman obat adalah tarian rumit antara sains dan alam. Namun, kesalahan sekecil apa pun—sampel yang terkontaminasi, instrumen yang tidak dikalibrasi dengan baik—dapat bergema di seluruh produksi, mengorbankan kualitas dan standardisasi. Penilaian risiko tradisional sering kali goyah saat menghadapi ketidakpastian, tetapi pendekatan baru mengubah permainan ini.

Studi ini menggabungkan Failure Mode and Effects Analysis (FMEA) dengan alat pengambilan keputusan canggih: ZE-BWM untuk menimbang kriteria risiko dan ZE-MABAC untuk meranking kegagalan paling kritis. Dengan mengintegrasikan logika fuzzy dan keandalan ahli, kerangka kerja ini merangkul ketidakpastian, bukan mengabaikannya, memberikan gambaran risiko yang lebih tajam dan lebih dapat dipercaya.

Verdiknya? Kontaminasi sampel, penanganan yang tidak tepat, kondisi ekstraksi yang kurang optimal, dan kesalahan kalibrasi menempati urutan teratas mode kegagalan. Bahan baku yang tidak konsisten dan pilihan pelarut yang buruk juga mengancam kemurnian dan hasil. Solusinya? Standardisasi, kontrol kualitas yang ketat, dan pelatihan—plus anggukan untuk pemantauan real-time, ekstraksi berkelanjutan, dan prediksi berbasis AI untuk ketahanan masa depan.

Ini bukan sekadar latihan akademis. Ini adalah peta jalan berbasis data untuk memastikan setiap batch obat herbal sama aman dan efektifnya dengan batch sebelumnya.

Poin Kunci

Apakah ini membantu?

Komentar

Belum ada komentar — jadilah yang pertama.

Komentar ditinjau dulu sebelum ditampilkan.