Studi Komparatif tentang Teknik Hibrida Hijau Sekuensial (Ultrasonikasi, Microwave, dan Homogenisasi Geser Tinggi) untuk Ekstraksi Senyawa Bioaktif Biji Kurma dan Aplikasinya sebagai Aditif untuk Perpanjangan Umur Simpan Oreochromis niloticus

Osamede Airouyuwa J. · Ultrasonics Sonochemistry · 2024 · 20 sitasi

Bagaimana jika rahasia ikan yang lebih segar terletak pada biji kurma yang sederhana? Sebuah studi baru menunjukkan bahwa teknik ekstraksi hijau dapat membuka antioksidan kuat dari limbah ini, memperpanjang umur simpan ikan nila Nil.

Biji kurma sering dibuang, padahal kaya akan senyawa bioaktif. Para peneliti mengeksplorasi lima pelarut eutektik dalam berbasis poliol (P-DES) yang dikombinasikan dengan metode ekstraksi hijau—microwave, homogenisasi geser tinggi, dan ultrasonikasi—untuk memperoleh polifenol berharga ini.

Dengan menggunakan metodologi permukaan respons, setiap teknik dioptimalkan. Di antara pelarut, kolin klorida: etilen glikol (ChCl:Eg) terbukti paling efektif. Ekstraksi berbantuan microwave (MAE) menjadi yang terbaik, diikuti homogenisasi dan ultrasonikasi. Namun keajaiban sebenarnya terjadi ketika teknik digabungkan.

Metode hibrida, terutama kombinasi biner seperti ultrasonikasi-microwave (UMAE) dan homogenisasi-microwave (HMAE), meningkatkan total kandungan fenolik masing-masing sebesar 52% dan 49% dibandingkan metode tunggal. Ekstrak juga menunjukkan aktivitas antimikroba, dengan konsentrasi hambat dan bunuh minimum serendah 40% dan 20%.

Akhirnya, ekstrak MAE diterapkan pada Oreochromis niloticus yang disimpan pada suhu 4°C selama 10 hari. Ekstrak tersebut efektif menghambat pertumbuhan mikroba, menawarkan cara alami untuk memperpanjang umur simpan dan mengurangi limbah makanan.

Poin Kunci

Apakah ini membantu?

Komentar

Belum ada komentar — jadilah yang pertama.

Komentar ditinjau dulu sebelum ditampilkan.