Analisis Bibliometrik Ekstraksi CO2 Superkritis Minyak Atsiri dari Tanaman Aromatik dan Obat: Tren dan Perspektif

El Ahmadi K. · Horticulturae · 2024 · 19 sitasi

Setiap tahun, distilasi lavender menghasilkan gunungan limbah padat—tetapi bagaimana jika 'sampah' itu menyembunyikan harta karun senyawa bioaktif? Studi ini mengubah limbah menjadi bubuk bernilai.

Distilasi lavender menghasilkan limbah padat dalam jumlah besar setiap tahun, biasanya dibuang dan menyebabkan masalah lingkungan. Namun limbah ini masih mengandung minyak atsiri sisa dan senyawa bioaktif lainnya. Para peneliti berupaya memulihkan nilai ini menggunakan metode ekstraksi hijau—ekstraksi berbantuan gelombang mikro (MAE) dan ultrasonik (UAE)—kemudian mengeringkan ekstrak menjadi bubuk stabil.

Tim mengoptimalkan kondisi pra-perlakuan seperti kadar air dan ukuran partikel, lalu membandingkan MAE dan UAE. Mereka menemukan bahwa sebagian besar senyawa fenolik (61%) berakhir di bagian lindi setelah distilasi, sementara 43% tetap di limbah padat. Mengeringkan limbah sebelum ekstraksi mengubah efisiensi, dan UAE mengungguli MAE, menghasilkan kandungan fenolik lebih tinggi dan aktivitas antioksidan lebih kuat.

Mengeringkan ekstrak—baik semprot maupun beku—tidak mengubah kandungan fenolik secara signifikan. Namun, penambahan maltodekstrin sebagai agen pengering meningkatkan hasil proses, terutama dengan pengeringan beku. Hasilnya? Proses terpadu yang mengubah limbah lavender menjadi bubuk bioaktif stabil, menawarkan solusi berkelanjutan untuk masalah lingkungan.

Poin Kunci

Apakah ini membantu?

Komentar

Belum ada komentar — jadilah yang pertama.

Komentar ditinjau dulu sebelum ditampilkan.